Rabu, 13 Juni 2012

MAKALAH


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Sebagai suatu bangsa yang berada di dalam lingkungan dunia yang luas bersama - sama dengan bangsa-bangsa lain, maka dalam perjuangan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur, tidak daptat dihindari bahwa bangsa Indonesia mempunyai kepentingan-kepentingan  yang bisa bertabrakan dengan kepentingan bangsa lain. Dalam keadaan demikian, bangsa Indonesia yang cinta damai mengutamakan penyelesaian melalui perundingan dan diplomasi. Tetapi disebabkan karena tiada satu pun kekuatan di dunia yang dapat menjamin bahwa bangsa lain tidak akan menggunakan perang sebagi cara penyelesaian, maka bangsa Indonesia harus menjalankan upaya pertahanan dan keamanan untuk membela dirinya dari berbagai bentuk ancaman perang yang bisa dilancarkan terhadapnya oleh bangsa lain.
Semua pernyataan tersebut harus dipenuhi atas dasar landasan ideal Pancasila, landasan konstitusional Undang-Undang Dasar 1945 dan doktrin-doktrin Nasional yaitu Ketahanan Nasional, Integrasi Nasional, dan wawasan Nusantara yang di dalamnya aspek Hankamnas merupakan bagian yang tidak dapatdan tidak boleh dipisahkan.
Seperti telah dijelaskan di atas, mempelajari masalah Hankamnas tidak hanya pada pelaksanaannya saja, melainkan harus juga mulai dari persiapan sampai dengan mengatasi akibatnya dan mecegahnya. Dalam persiapan ini harus disusun dan di tentukan suatu pedoman bagaimana meningkatkan Hankamnas dalam rangka Ketahanan Nasional, dengan sarana-sarana apa dan bagaimana penggunaannya  untuk dapat mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditentukan. Pedoman ini akan berwujud dalam apa yang dinamakan Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional (Polstrahankamnas), yang selanjutnya akan dipaparkan dalam makalah ini.
1.2  Tujuan
Makalah ini disusun dengan tujuan agar kita lebih menyadari kenyataan dan meningkatkan upaya untuk memelihara daya tangkal yang efektif, apabila kita tidak ingin dipengaruhi oleh bayangan semu akan keamanan karena keberhasilan politik dan mencegah pertentangan dan menghindari pertikaian yang akan bisa dimanfaatkan pihak lain yang tidak bersahabat dengan Indonesia.
1.3  Manfaat
Dengan makalah ini mahasiswa diharapkan dapat mempertahankan dan mengamankan segala hasil perjuangan yang telah dicapai di bidang politik, ekonomi, sosial budaya , agama dan militer.


BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Politik
            Kata “Politik” secara etimologis berasal dari bahasa Yunani Politeia, yang akar katanya adalah “polis” berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri yaitu negara dan “teia” berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan rangkaian asas, prinsip, keadaaan, jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki.
            Politik secara umum menyangkut proses penentuan tujuan negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu memerlukan kebijakan-kebijakan umum (public policies) yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau alokasi sumber-sumber yang ada. Dengan demikian, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan negara, kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan (policy), dan distribusi atau alokasi sumber daya.
2.2  Pengertian Strategi

Strategi berasal dari bahasa Yunani strategia yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik.
Dalam pengertian umum strategi adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau pencapaian tujuan. Dengan demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang militer tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan.
2.3  Politik dan Strategi Pertahanan Keamanan Nasional
           
Politik dan strategi pertahanan dan keamanan merupakan bagian integral dari politik dan Strategi Nasional (Polstranas). Polstra Hankam bersifat saling mengisi saling mendukung dan saling memperkuat (Sinergi) dengan politik dan strategi bidang-bidang kehidupan lainnya dalam Polstranas.
2.4 Dasar Pemikiran Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
           
Penyusunan politik dan strategi nasional perlu memahami pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam sistem manajemen nasional yang berlandaskan ideologi Pancasila, UUD 1945, Wawasan Nusantara, dan Ketahanan Nasional.
Penyusunan Politik dan Strategi Nasional
            Politik dan strategi nasional yang telah berlangsung selama ini disusun berdasarkan sistem kenegaraaan menurut UUD 1945. Sejak tahun 1985 telah berkembang pendapat yang mengatakan bahwa jajaran pemerintah dan lembaga-lembaga yang tersebut dalam UUD 1945 merupakan “suprastruktur politik”.        Mekanisme penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politik diatur oleh presiden/mandataris MPR. Sedangkan proses penyusunan politik dan strategi nasional di tingkat suprastruktur politk dilakukan setelah presiden menerima GBHN.           

2.5  Tujuan Polstrahankamnas
           
Polstrahankamnas disusun dengan tujuan untuk menjadi pedoman dalam usaha meningkatkan ketahanan Hankamnas dalam rangka ketahanan nasional dengan sarana material dan pembiayaan keuangan yang terbatas dapat mengamankan dan sekaligus mendorong kecepatan peningkatan ketahanan di bidang kesejahteraan nasional. Untuk itu diperlukan persyaratan-peryaratan sebagai berikut:
a.       Adanya suatu konsep politik dan strategi Hankamnas yang merupakan bagian integral dari politik dan strategi nasional yang berjangka panjang, sedang  dan pendek yang mencakup dua ospek kokoh:
·         Pembangunan kekuatan-kekuatan dan kemampuan-kemampuan Hankamnas
·         Penggunaan kekuatan-kekuatan dan kemampuan-kemampuan tersebut
b.      Suatu mekanisme yang tepat untuk merealisasikan konsepsi politik dan strategi tersebut
c.       Kepemimpinan Hankamnas yang mampu merealisasikan konsepsi politik dan strtegi tersebut.




2.6  Landasan Polstrahankamnas

Untuk penyusunan Polstrahankamnas diperlukan landasan berpijak agar tidak menyimpang dari cita-cita dan tujuan Bangsa dan Negara. Landasan ini dapat dibedakan menjadi empat macam yang tidak terpisahkan yaitu:
a.       Landasan idiil
Landasan idiil polstrahankamnas adalah pancasila
b.      Landasan konstitusional
Landasan konstitusional Polstrahankamnas adalah UUD 1945
c.       Landasan doktrin
Landasan  doktrin Polstrahankamnas disusun dalam dua tingkat yaitu tingkat Nasional dan Hankamnas. Landasan doktrin tingkat nasional terdiri dari:
·         Wawasan nusantara
·         Ketahanan nasional
·         Integritas nasional
d.      Landasan operasional

Pada landasan operasional dapat pula diperinci menjadi yang berhubungan  dengan politik nasional dan yang berhubungan dengan strategi nasional. Politik nasional adalah politik pembangunan nasional yang mempunyai fokus  yang berbeda-beda sesuai dengan keadaan dan kebutuhaan setiap era yang dimasuki.
Fokus strategi nasioanal harus sama dengan politik nasional, karena strtegi nasional adalah politik nasioanal dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu strategi nasional adalah strategi pembangunan. Strategi nasional sebagai landasan operasional adalah cara pembinaan dan penggunaan sarana dan sebagainya untuk terwujudnya politik  nasional. Sarana strategi nasional adalah tujuan atau maksud yaitu apa yang hendak dicapai. Dalam hal ini dapat dibedakan adanya sasaran kedalam dan sasaran keluar.
Sasaran kedalam yaitu integrasi nasional dengan mewujudkan identitas dan integrasi nasional. Sedangkan sasaran keluar ada 3 macam:
1.    Mendukung kepentingan nasional didalam negeri (pembangunan nasional)
2.    Memperjuangkan kedudukan terhormat didalam pergaulan antar bangsa dengan titik berat pada ASEAN terkoordinasikan secara erat dan akrab serta pada forum PBB yang mantap berwibawa dan efektif
3.    Mengadakan hubungan internasional lainnya, baik yang bersiat bilateral maupun multilateral.

2.7  Hubungan Polstrahankamnas dengan Polstranas
Khusus mengenai hubungan Polstrahankamnas dengan politik luar negeri dapat dikemukakan sebagai berikut:
Politik Hankamnas mengandung unsur-unsur :
a)      Pernyataan cita-cita dari Bangsa dan Negara
b)      Pembinaan dan penggunaan secara totalitas potensi Hankamnas
c)      Pencapaian tujuan Hankamnas dalam rangka pencapaian tujuan nasional
Strategi Hankamnas mengandung unsur-unsur:
a)      Seni dan pengetahuan
b)      Pengembangan dan penggunaan kekuatan Ipoleksom
c)      Diperlukan baik pada waktu perang maupun pada waktu damai
d)     Penjamin tercapainya tujuan Hankamnas dalam rangka pencapaian tujuan nasional.
            Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa politik strategi hankamnas maupun politik luar negeri mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk mencapai tujuan nasional.
2.8  Faktor-Faktor Polstrahankamas
Faktor-faktor Polstrahankamnas yang dimaksud adalah faktor-faktor yang perlu diperhatikan dan perhitungkan. Diantara faktor-faktor tersebut adalah:
·         Doktrin
·         Wawasan nasional
·         Sistem Hankamrata
·         Geografi
·         Manusia
·         Masyarakat
·         Material
·         Ekonomi
·         ilmu pengetahuan dan teknologi
·         Manajemen
·         Pengaruh luar negeri
·         Kepemimpinan
2.8  Bahaya yang Mengancam Hankamnas
            Bahaya yang mengancam Hankamnas dapat terwujud dalam bentuk-bentuk perang sebagai berikut:
  • Perang umum
  • Perang terbatas
  • Perang Revolusioner atau perang pembebasan Nasional
  • Cara kekerasan lainnya
  • Penilaian
BAB III
PENUTUP

3.1              Kesimpulan
Persoalan Hankam merupakan salah satu bidang kehidupan nasional, oleh karena itu seperti terlihat dalam uraian-uraian bahwa polstrahankamas tidak dapat terlepas dari Polstranas, bahkan Polstranas merupakan dasar dari Polstrahankamnas.
Polstrahankamnas menentukan kebijaksanaan,  arah, dasar dan saran-saran dalam pembinaan atau pembangunan dan penggunaan kekuatan Hankamnas yang meliputi seluruh potensi nasional yang Ipoleksom.
Dengan terlaksananya Polstrahankamnas maka akan dapat terjamin ketahanan di bidang Hankam dalam batas-batas kemampuan.
Polstrahankamnas akan dapat memberi dasar pokok pada sistem Hankamrata.














DAFTAR PUSTAKA

Sayidiman Suryohadiprojo, Pokok-pokok Pikiran Sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta, Lemhanas, Jakarta 1975.
Departemen Pertahanan Keamanan, Realisasi Pembangunan Pertahanan Keamanan Nasional dan Kekaryaan ABRI, cetakan k-2, Jakarta, 1971.
http://uchindamidwife.blogspot.com/2012/05/politik-dan-strategi-pertahanan.html?zx=1f0c816ba94c0fc8

Sabtu, 21 Januari 2012

RAKAAT SHALAT FARDHU

Rakaat Shalat Fardhu



Kata "faradha" berikut turunan katanya dengan pengertian faridah (kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan) di dalam Al¬Quran disebut sebanyak 17 kali, sama dengan jumlah rakaat shalat, seperti tercantum di dalam ayat-ayat berikut:
1. .... Barangsiapa yang menetapkan niat (faradha) dalam bulan itu akan mengerjakan haji maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan .... (Al-Baqarah: 197).
2. Sesungguhnya yang mewajibkan (faradha) atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al-Quran, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali .... (AI-Qashash: 85).
3. Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah ditetapkan (faradha) Allah baginya ..... (Al-Ahzab: 38).
4. Sesungguhnya Allah telah mewajibkan (faradha) kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu ..... (Al¬ Tahrim: 2 ).
5. Jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu ber¬campur dengan mereka, padakal sesungguhnya kamu sudah menentukan (faradh-tum) mahar bagi mereka ... (Al-Baqa¬rah: 237).
6. ..... Maka bayarlah seperdua dari mahar yang telah kamu tetapkan (faradh-tum) itu kecuali ... (Al-Baqarah: 237).
7. Sesungguhnya Kami telah mengetahui apa yang Kami wajibkan (faradh-na) kepada mereka tentang istri-istri mereka dan hamba sahaya yang mereka miliki ..... (Al-Ahzab: 50).
8. (Ini adalah) satu surat yang Kami turunkan dan Kami wajib (faradh-na) (menjalankan hukum-hukum yang ada di dalam¬nya), dan Kami turunkan di dalamnya ayat-ayat yang jelas agar kamu selalu mengingatinya. (Al-Nur: 1).
9. Tidak ada suatu pun (mahar) atas kamu, jika kamu menceraikan istri-istrimu sebelum kamu bercampur dengan mereka dan istri-istrimu sebelum kamu bercampur menentukan mahar yang ditetapkan (faradhah) maharnya .. . (Al-Baqarah: 236).
10. ..... Dan sebelum kamu menentukan mahar yang ditetapkan (faradhah) bagi mereka ..... (AI-Baqarah: 236).
11. ..... Padahal sesungguhnya kamu telah menentukan mahar yang telah ditetapkan (faridhah) bagi mereka ... (Al-Baqa¬rah: 237).
12. ..... Orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak tahu siapa yang lebih dekat (bermanfa'at) dari mereka bagimu. Ini adalah ketetapan (faridhah) dari Allah ..... (An-Nisa: 11):
13. ..... Maka istri-istri yang telah kamu campuri di antara mereka berikanlah kepada mereka maharnya secara sempurna (faridhah) ..... (Al-Nisa: 24).
14. ..... Dan tiada mengapa bagimu terhadap sesuatu ynng telak kamu merelakannya, sesudah menentukan mahar (faridhah) itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (An-Nisa: 24).
15. ..... Untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan (faridhah) dari Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (At-Taubah: 60).
16. Baik sedikit maupun banyak menurut bagian yang telah ditetapkan (mafrudhah). (An-Nisa: 7).
17. Dan syaitan berkata: "Saya benar-benar akan mengambil dari hamba-hamba-Mu bagian yang telah ditentukan (mafrudhah) (untuk saya)." (An-Nisa: 7).


DAFTAR BACAAN
An-Najdi, Abu Zahra’. 1990. Al-Quran Dan Rahasia Angka-Angka. Bandung: Pustaka hidayah

BILANGAN SUJUD

BILANGAN SUJUD


Pada Al-Quran, akan anda temukan bahwa kata sujud yang dilakukan olch mereka yang berakal disebutkan sebanyak 34 kali. Jumlah tersebut sama dengan jumlah sujud dalam shalat sehari¬hari yang dilahukan pada lima waktu sebanyak 17 rakaat. Pada setiap rakaat dilakukan dua kali sujud sehingga jumlahnya menjadi 34 kali sujud sebagaimana terdapat pada ayat-ayat berikut:

1. Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para Malaikat: 'Sujud-lah kamu kepada Adam' .... (2:34)
Ayat ini merupakan ayat ketiga puluh empat pada surat Al-Baqarah, yaitu surat dalam mushaf yang pertama yang menyebutkan masalah sujud yang jumlahnya sama dengan jumlah sujud keseharian.
2. .... kemudian Kami katakan kepada para Malaikat; "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (Al-Araf: 11)
3. Dan ingatlah ketika Kami katakan kepada Malaikat: "Ber¬sujud-lah kamu kepada Adam!" .... (AI-Isra: 61)
4. an (ingatlah) ketika kami katakan kepada para Malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" ... (Al-Kahfi: 50)
5. Dan (ingatlah) ketika Kami katakan kepada para malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!" . . . (Thaha: 116)
6. Wahai orang-orang yang beriman, ruku' dan ber-sujud-lah kamu serta beribadahlah kamu kepada Tuhanmu . . . (AI-Hajj : 77 )
7. Dan apabila dikatakan kepada mereka: "Sujud-lah kamu sekalian kepada Yang Mahapenyayang." Mereka menjawab: "Siapakah Yang Maha Penyayang itu?" . . . (Al-Furqan: 60)
8. Janganlah kalian ber-sujud kepada matahari maupun bu¬lan, dan ber-sujud-lah kamu semua kepada Allah, Zat Yang telah menciptakan keduanya (matahari dan bulan) .... (Fushshilat: 47)
9. Maka ber-sujud-lah kalian kepada Allah dan beribadahlah kalian (kepada-Nya). (Al-Najm: 62)
10. Hai Maryam, taatlah kepada Tuhanmu, sujud dan ruku'lah bersama-sama orang yang ruku'. (Ali Imran: 43)
11. Maka sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama-sama. (Al-Hijr: 30)
12. 12. Maka ber-sujud-lah para Malaikat itu semuanya bersama¬sama. (Shad: 73)
13. .... Maka semua para Malaikat itu ber- sujud, kecuali Iblis; ia enggan ... (Al-Baqarah: 24)
14. .... Kemudian apabila mereka (yang salat besertamu) sujud (telah menyempurnakan satu rakaat) maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh). (An-Nisa: 102)
15. .... Lalu Kami katakan kepada malaikat: "Ber-sujud-lah kamu kepada Adam!", maka mereka ber-sujud, kecuali iblis .... (Al-A'raf: 11).
16. .... Maka mereka ber- sujud, kecuali iblis ....(Al-Isra: 61)
17. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali Iblis. Dan dia adalah dari golongan jin .... (AI-Kahfi: 61).
18. .... Maka mereka ber-sujud, kecuali iblis, ia enggan ... (Taha: 116).
19. Berkata iblis: "Aku sekali-kali tidak akan ber-sujud kepada manusia yang Engkau telah ciptakan dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk." (Al¬ Hijr: 33).
20. ..... Kecuali iblis, ia berkata: 'Apakah aku akan ber¬-sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah?". (Al-Isra: 61).
21. Allah berfirman: 'Apakah yang menghalangimu untuk ber¬- sujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?" .... (AI-A'raf: i2).
22. Allah berfirman: "Wahai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-cipta-kan dengan kedua tangan-Ku?".... (Shad: 75).
23. Janganlah kalian sujud kepada matahari maupun bulan ( Fushilat: 3 7 )
24. .... Mereka berkata: "Dan siapakah Yang Maka Penyayang itu? Apakah kami harus ber- sujud kepada yang kamu perintahkan kepada kami?" .... (Al-Furqan: 60).
25. Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) segala apa yang di langit dan di bumi .... (AI-Ra'd: 15).
26. Dan hanya kepada Allah-lah sujud segala apa yang ada di langit dan bumi .... (Al-Nahl: 49).
27. Apakah kamu tlada mengetahui, bahwa kepada Allah ber¬-sujud segala apa yang ada di langit, bumi .... (Al-Haj: 18).
28. Agar mereka tidak ber- sujud (menyembah) Allah Yang mengeluarkan apa yang terpendam di langit dan di bumi .... (Al-Naml: 25).
29. .... Mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga ber- sujud (sembahyang). (Ali Imran: 113).
30. Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah merasa enggan menyembah Allah dan mereka ber¬tashbih memuji-Nya dan hanya kepada-Nyalah mereka ber¬- sujud. (Al-A'raf: 206).
31. Aku mendapati dia dan kaumnya ber- sujud kepada matahari, selain Allah .... (Al-Naml: 24).
32. Dan jika dibacakan Al-Quran kepada mereka, mereka tidak ber- sujud. (Al-Insyihaq: 21).
33. Dan pada bagian dari malam, maka sujud-lah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang di malam hari. (AI-Insan: 26).
34. Sekali-kali jangan, janganlah kamu patuh kepadanya; dan sujud-lah dan dekatkanlah (dirimu kepada Tuhan). (AI-Alaq: 19).

Dalam Al-Quran tidak ada kata sujud yang dihubungkan dengan makhluk yang tidak berakal, kecuali satu ayat saja, yaitu dalam firman Allah SWT:
Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-keduanya sujud kepada-Nya. (Al-Rahman: 6).
Selain dalam ayat tersebut, 34 kata kerja (fi'il) sujud semuanya dihubungkan dengan makhluk berakal.

DAFTAR BACAAN
An-Najdi, Abu Zahra’. 1990. Al-Quran Dan Rahasia Angka-Angka. Bandung: Pustaka hidayah

Jumat, 20 Januari 2012

MENGAPA DOA TIDAK DIKABULKAN

Pada suatu hari Sayidina Ali Karamallaahu Wajhah, berkhutbah di hadapan kaum Muslimin. Ketika beliau hendak mengakhiri khutbahnya, tiba-tiba berdirilah seseorang ditengah-tengah jamaah sambil berkata, “Ya Amirul Mu’minin, mengapa do’a kami tidak diijabah? Padahal Allah berfirman dalam Al Qur’an, “Ud’uuni astajiblakum” (berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku perkenankan bagimu).
Sayidina Ali menjawab, “Sesungguhnya hatimu telah berkhianat kepada Allah dengan delapan hal, yaitu :
Engkau beriman kepada Allah, mengetahui Allah, tetapi tidak melaksanakan kewajibanmu kepada-Nya. Maka, tidak ada mamfaatnya keimananmu itu.
Engkau mengatakan beriman kepada Rasul-Nya, tetapi engkau menentang sunnahnya dan mematikan syari’atnya. Maka, apalagi buah dari keimananmu itu?
Engkau membaca Al Qur’an yang diturunkan melalui Rasul-Nya, tetapi tidak kau amalkan.
Engkau berkata, “Sami’na wa aththa’na (Kami mendengar dan kami patuh), tetapi kau tentang ayat-ayatnya.
Engkau menginginkan syurga, tetapi setiap waktu melakukan hal-hal yang dapat menjauhkanmu dari syurga. Maka, mana bukti keinginanmu itu?
Setiap saat sengkau merasakan kenikmatan yang diberikan oleh Allah, tetapi tetap engkau tidak bersyukur kepada-Nya.
Allah memerintahkanmu agar memusuhi syetan seraya berkata, “Sesungguhnya syetan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh bagi(mu) karena sesungguhnya syetan-syetan itu hanya mengajak golongan supaya mereka menjadi penghuni neraka yang nyala-nyala” (QS. Al Faathir [35] : 6). Tetapi kau musuhi syetan dan bersahabat dengannya.
Engkau jadikan cacat atau kejelekkan orang lain di depan mata, tetapi kau sendiri orang yang sebenarnya lebih berhak dicela daripada dia.
Nah, bagaimana mungkin do’amu diterima, padahal engkau telah menutup seluruh pintu dan jalan do’a tersebut. Bertaqwalah kepada Allah, shalihkan amalmu, bersihkan batinmu, dan lakukan amar ma’ruf nahi munkar. Nanti Allah akan mengijabah do’amu itu.
***
Dalam riwayat lain, ada seorang laki-laki dating kepada Imam Ja’far Ash Shiddiq, lalu berkata, “Ada dua ayat dalam Al Qur’an yang aku paham apa maksudmu?”
“Bagaimana dua bunyi ayat itu?” Tanya Imam Ja’far. Yang pertama berbunyi “Ud’uuni astajib lakum” (Berdo’alah kepada-Ku niscaya akan Ku perkenankan bagimu), (QS. Al Mu’min [40] : 60). Lalu aku berdo’a dan aku tidak melihat do’aku diijabah,” ujarnya.
"Apakah engkau berpikir bahwa Allah akan melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far.
"Tidak," jawab orang itu.
"Lalu ayat yang kedua apa?" Tanya Imam Ja'far lagi.
"Ayat yang kedua berbunyi "Wamaa anfaqtum min syai in fahuwa yukhlifuhuu, wahuwa khairun raaziqin" (Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah pemberi rizki yang sebaik-baiknya), (QS. Saba [34] : 39). Aku telah berinfak tetapi aku tidak melihat penggantinya," ujarnya.
"Apakah kamu berpikir Allah melanggar janji-Nya?" tanya Imam Ja'far lagi.
"Tidak," jawabnya.
"Lalu mengapa?" Tanya imam Ja'far.
"Aku tidak tahu," jawabnya.
Imam Ja'far kemudian menjelaskan, "Akan kukabarkan kepadamu, Insya Allah seandainya engkau menaati Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepadamu, kemudian engkau berdo'a kepada-Nya, maka Allah akan mengijabah do'amu. Adapun engkau berinfak tidak melihat hasilnya, kalau engkau mencari harta yang halal, kemudian engkau infakkan harta itu di jalan yang benar, maka tidaklah infak satu dirham pun, niscaya Allah menggantinya dengan yang lebih banyak. Kalau engkau berdo'a kepada Allah, maka berdo'alah kepada-Nya dengan Jihad Do'a. Tentu Alah akan menjawab do'amu walaupun engkau orang yang berdosa."
"Apa yang dimaksud Jihad Do'a?" sela orang itu.
Apabila engkau melakukan yang fardhu maka agungkanlah Allah dan limpahkanlah Dia atas segala apa yang telah ditentukan-Nya bagimu. Kemudian, bacalah shalawat kepada Nabi SAW dan bersungguh-sungguh dalam membacanya. Sampaikan pula salam kepada imammu yang memberi petunjuk. Setelah engkau membaca shalawat kepada Nabi, kenanglah nikmat Allah yang telah dicurahkan-Nya kepadamu. Lalu bersyukurlah kepada-Nya atas segala nikmat yang telah engkau peroleh.
Kemudian engkau ingat-ingat sekarang dosa-dosamu satu demi satu kalau bisa. Akuilah dosa itu dihadapan Allah. Akuilah apa yang engkau ingat dan minta ampun kepada-Nya atas dosa-dosa yang tak kau ingat. Bertaubatlah kepada Allah dari seluruh maksiat yang kau perbuat dan niatkan bahwa engkau tidak akan kembali melakukannya. Beristighfarlah dengan seluruh penyesalan dengan penuh keikhlasan serta rasa takut tetapi juga dipenuhi harapan.
Kemudian bacalah, "Ya Allah, aku memnita maaf kepada-Mu atas seluruh dosaku. Aku meminta ampun dan taubat kepada-Mu. Bantulah aku untuk mentaati-Mu dan bimbinglah aku untuk melakukan apa yang Engkau wajibkan kepadaku segala hal yang engkau rdhai. Karena aku tidak melihat seseorang bisa menaklukkan kekuatan kepada-Mu, kecuali dengan kenikmatan yang Engkau berikan. Setelah itu, ucapkanlah hajatmu. Aku berharap Allah tidak akan menyiakan do'amu," papar Imam Ja'far.

Kamis, 19 Januari 2012

CONTOH PROPOSAL BAB I

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah
Administrasi sangat diperlukan bagi kelangsungan proses mengajar dalam dunia pendidikan, semua itu tidak lepas dari keaktifan orang –orang yang menguasai administrasi tersebut, padahal kalau Administrasi di pegang sama orang-orang yang kurang terampil maka administrasi tersebut akan berantakan.
Andimistrasi adalah upaya menjadikan kegiatan kerja sama antara guru dan karyawan agar proses belajar mengajar lebih efektif.
Orang yang memegang administrasi adalah orang yang sudah terlatih dalam bidangnya ( orang yang sudah mendapat ilmu / pelatihan ).1 administrasi tidak hanya dalam hal keuangan saja tetapi juga dalam kerapian, keteraturan kita dalam pembukaan, administrasi tidak hanya dilakukan dalam waktu tertentu saja tetapi setiap hari secara kontinyu.
Administrasi Guru Pendidikan merupakan suatu proses yang merupakan daur ulang ( siklus ) penyelenggaraan pendidikan di mulai dari perencanaan, di ikuti oleh pengorganisasian pengarahan, pelaksanaan, pemantauan dan penilaian tentang usaha untuk mencapai tujuanya administrasi sekolah juga mencakup usaha untuk melakukan manajemen.2




Administrasi meliputi beberapa hal yaitu :
1. Administrasi Kurikulum adalah mengatur jadwal kurikulum untuk tahun pelajaran yang akan di pelaksanaan.
2. Administrasi Pegawai
Administrasi ini mencakup seua harga sekolah tersebut yaitu mulai dari Guru, Karyawan oleh tata usaha.
3. Administrasi Perlengkapn.
Administrasi ini menangani perlengkapan yang ada di sekolah yaitu untuk kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.

4. Administrasi Keuangan.
Administrasi ini berhubungan dengan keuangan siswa untuk memperlancar prosees belajar siswa.
5. Administrasi Ke kemudahan.
Administrasi kemudahan berhubungan dengan tata usaha dalam penyimpanan data-data siswa.

MAS Gampong Teungoh merupakan salah satu SLTA SWASTA yang ada di bawah kementrian Agama Langsa kota yang telah maju di kota Langsa, kegiatan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dan siswa MAS Gampong Teungoh, dalam rangka untuk mencapai keberhasilan, belajar tidak hanya tegantung pada prasarana dan tenaga Guru tetapi factor lainya juga sebagai berpengaruh seperti adanya Administrasi Guru pendidikan Agama Islam.
Dengan latar belakang pemikiran dan fungsi Administrasi Guru Pendidikan Agama islam tersebut diatas, menarik perhatian penulis untuk mengadakan penelitian lebih lanjut. Pada MAS Gampong Teungoh Langsa Kota. Dengan dengan : “ FUNGSI ADMINISTRASI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM TERHADAP PROSES PEMBELAJARAN DI MAS GAMPONG TEUNGOH LANGSA KOTA ”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka menjadi suatu masalah yang perlu di telaah untuk mencari pemecahanya, adapun yang menjadi masalah pokok adalah :
1. Apa saja Fungsi Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam di MAS Gampong Teungoh Langsa Kota ?
2. Bagaimana Fungsi Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam di MAS terhadap proses pembelajaran pada MAS Gampong Teungoh Langsa Kota ?

C. Penjelasan Istilah
Untuk menghindari kerancuan pemahaman terhadap istilah-istilah yang terdapat pada judul Proposal Skripsi ini, maka perlu dijelaskan istilah-istilahnya. Adapun penjelasan istilah tersebut, yakni :
1. Administrasi Guru adalah kerja sama guru un tuk mencapai tujuan pendidikan Agama Islam pada tingkat sekolah.
Administrasi yang penulis maksudkan disini adalah sebagai salah satu bentuk kerjasama dalam bidang pendidikan antara Guru, murid, kepada kepala sekolah dan staf tat usaha di MAS Gampong Teungoh.
2. Istilah pendidikan Agama Islam terdiri dari 3 kata yaitu : Pendidikan, Agama, dan Islam.
Menurut Soeganda Poerbakawatja pendidikan adalah usaha secara sengaja dari orang dewasa untuk dengan pengaruhnya meningkatkan kedewasaan si anak yang diartikan mampu memikul tanggung jawab moril dan segala perbuatannya.3
Dan menurut Harun Nasution Agama aalah suaut yang membawa peraturan yang merupakan hokum yang harus dipatuhi, menguasai diri seseorang dan membuat ia tunduk dan patuh kepada Tuhan dengan menjalankan ajaran Agama itu.4
Dan islam merupakan Agama yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an yang diturunkan melalui wahyu Allah.5
Dari pendapat diatas disimpulkan bahwa pendidikan Agama Islam adalah bimbingan dan usaha secara sadar dan sengaja yang dilakukan oleh orang dewasauntuk membentuk kepribadian seseorang muslim yang bertanggung jawab serta tunduk dan patuh kepada pemerintah ajaran yang dibuka oleh Rasulullah SAW.
3. Pembelajaran adalah kegiatan proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh guru dan siswa.(6)
4. MAS Gampong teungih Langsa Kota adalah sebuah lembaga pendidikan formal yang didirikan untuk peserta didik setelah menyelesaikan pendidikan pada tingkat SLTP. MAS ini sederajat dengan SMA atau SLTA dan materi yang diajarkan adalah kurikulum Agama pendidikan umum. Letak dan lokasi MAS ini adalah di Gampong Teungoh Kota Langsa.

D. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian disini adalah
1. Untuk mengetahui bagaimana Administrasi guru pendidikan Agama Islam di MAS Gampong Teungoh.
2. Untuk mengetahui Fungsi Administrasi Guru Pendidikan Agama islam terhadap proses pembelajaran pada MAS Gampong Teungoh Langsa Kota.

E. Manfaat dan Kegunaan Penelitian.
Adapun hasil penelitian diharapkan beguna untuk :
1. Bahan masukan dan pertimbangan kepada MAS Gampong Teungoh Langsa kota dalam rangka menerapkan Administrasi pendidikan di MAS Gampong Teungoh Langsa Kota.
2. Sebagai bahan pertimbangan bagi Guru Agama Islam proses pembelajaran pendidikan di MAS Gampong Teungoh Langsa Kota.
3. Bahan masukan dan perbandingan bagi penelitian lanjutan.

F. Postulat
Untik memperoleh data yang konkrit dari pihak MAS Gampong Teungoh Langsa Kota tentang Fungsi administrasi Guru pendidikan Agama Islam terhadap proses pembelajaran. Maka penulis bertitik tolak dari permasalahan diatas merumuskan anggapan dasar ( postula ) bahwa :
Administrasi Guru Pendidikan Agama Islam terhadap prose pembelajaran merupakan keharusan bagi Guru untuk memperbaiki pengajaran supaya Guru mampu menerapkan dan memecahkan masalah pengajaran yang mereka hadapi.

PROPOSAL I

PENELITIAN TINDAKAN KELAS


I. JUDUL
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA
MELALUI TEHNIK PEMBERIAN TUGAS PEKERJAAN RUMAH
BAGI SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

II. BIDANG KAJIAN
Pembelajaran Matematika dan Pemberian Pekerjaan Rumah.

III. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan adalah investasi jangka panjang yang memperlukan usaha dan dana yang cukup besar, hal ini diakui oleh semua orang atau suatu bangsa demi kelangsungan masa depannya. Demikian halnya dengan Indonesia menaruh harapan besar terhadap pendidik dalam perkembangan masa depan bangsa ini, karena dari sanalah tunas muda harapan bangsa sebagai generasi penerus dibentuk.
Meski diakui bahwa pendidikan adalah investasi besar jangka panjang yang harus ditata, disiapkan dan diberikan sarana maupun prasarananya dalam arti modal material yang cukup besar, tetapi sampai saat ini Indonesia masih berkutat pada problemmatika ( permasalahan ) klasik dalam hal ini yaitu kualitas pendidikan. Problematika ini setelah dicoba untuk dicari akar permasalahannya adalah bagaikan sebuah mata rantai yang melingkar dan tidak tahu darimana mesti harus diawali.
Terkait dengan mutu pendidikan khususnya pendidikan pada jenjang Sekolah Menengah Pertama ( SMP ) dan Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) sampai saat ini masih jauh dan apa yang kita harapkan. Betapa kita masih ingat dengan hangat akan standarisasi Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dengan nilai masing – masing mata pelajaran 4,51 dikeluhkan oleh semua para pendidik bahkan oleh orang – orang tua siswa sendiri, karena anak atau siswanya tidak dapat lulus. Hal lucu yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Melihat kondisi rendahnya prestasi atau hasil belajar siswa tersebut beberapa upaya dilakukan salah satunya adalah pemberian tugas berupa kepada siswa. Dengan pemberian pekerjaan rumah kepada siswa diharapkan siswa dapat meningkatkan aktifitas belajarnya, sehingga terjadi pengulangan dan penguatan terhadap meteri yang diberikan di sekolah dengan harapan siswa mampu meningkatkan hasil belajar atau prestasi siswa.

IV. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH

A. Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang permasalahan sebagaimana tersebut didepan, maka rumusan permasalahan yang diajukan dalam proposal ini adalah :
Apakah melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar Matematika bagi siswa kelas VII SMP N 5 Langsa ?

B. Pemecahan Masalah
Siswa yang mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus tentunya akan menghasilkan atau menguasai yang berbeda pula dalam sebuah kelas atau kelompok bahkan perlakuan individual sekaligus dengan diberikanya perlakuan dan perhatian yang lebih baik dalam belajar di sekolah maupun di rumah, tentunya akan lebih baik pula penguasaan kertramilan atau konsep terhadap mata pelajaran – mata pelajaran yang dipelajarinya. Dengan pemberian PR secara rutin dan terorganisir dengan baik paling tidak akan mampu mengkondisikan dalam bentuk motifasi ekstinsik bagi siswa itu sendiri.
Moh. Uzer ( 1996:29) menjelaskan “Motivasi ekstrinsik timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, atau paksaan orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar, misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh orang tua untuk mendapatkan peringkat pertama.”
Demikian halnya dengan guru memberikan PR dengan harapan baik itu dirasa memaksa bagi siswa atau itu karena disuruh sebagai tugas dengan perasaan terpaksa, yang jelas mengkondisikan siswa harus belajar. Dengan pola demikian tentunya anak yang lebih banyak belajar dirumah akan lebih baik misalnya dalam mata pelajaran yang dikerjakan..
a. Hipotensis
Hipotensisi yang diajukan dalam proposal penelitian ini adalah :
“ Melalui tehnik pemberian tugas pekerjaan rumah dapat meningkatkan hasil belajar matematika bagi siswa kelas VII SMP 5 Langsa”

V. TUJUAN PENELITIAN

1. Tujuan Umum
Tujuan peneliti yang diharapkan dari penelitian ini menjadi masukan bagi guru dan siswa untuk meningkatkan belajar di rumah.
2. Tujuan Khusus
Adapaun tujuan khusus dari penelitian ini :
“Untuk mengetahui apakah melalui pemberian pekerjaan rumah dapat meningkatkan prestasi belajar matematika bagi siswa kelas VII SMP N 5 Langsa”

VI. MANFAAT HASIL PENELITIAN

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi :
a. SMP N 5 Langsa
Dengan hasil penelitian ini diharapkan SMP Negeri 5 Langsa dapat lebih meningkatkan pemberdayaan pemberian pekerjaan rumah agar prestasi belajar siswa lebih baik dan perlu dicoba untuk diterapkan pada pelajaran lain.
b. Guru
Sebagai bahan masukan guru dalam meningkatkan mutu pendidikan di kelasnya.
c. Siswa
Sebagai bahan masukan bagi siswa untuk memanfaatkan pekerjaan rumah dalam rangka meningkatkan prestasi belajarnya.


VII. KAJIAN PUSTAKA

a. Landasan Teori
1. Matematika
Istilah Matematika berasal dari bahasa Yunani “Mathematikos” secara ilmu pasti, atau “Mathesis” yang berarti ajaran, pengetahuan abstrak dan deduktif, dimana kesimpulan tidak ditarik berdasarkan pengalaman keindraan, tetapi atas kesimpulan yang ditarik dari kaidah – kaidah tertentu melalui deduksi (Ensiklopedia Indonesia).
Dalam Garis Besar Program Pembelajaran ( GBPP )terdapat istilah Matematika Sekolah yang dimaksudnya untuk memberi penekanan bahwa materi atau pokok bahasan yang terdapat dalam GBPP merupakan materi atau pokok bahasan yang diajarkan pada jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah (Direkdikdas : 1994 )
2. Belajar
Skinner berpandangan bahwa belajar adalah suatu perilaku. Pada saat orang belajar maka responya menjadi lebih baik dan sebaliknya bila tidak belajar responya menjadi menurun sedangkan menurut Gagne belajar adalah seperangkat proses kognitif yang mengubah sifat stimulasi limgkungan, melewati pengolahan informasi, menjadi kapasitas baru ( Dimyati, 2002-10). Sedangkan menurut kamus umum bahasa Indonesia belajar diartikan berusaha ( berlatih dsb )supaya mendapat suatu kepandaian ( Purwadarminta : 109 )
Belajar dalam penelitian ini diartikan segala usaha yang diberikan olh guru agar mendapat dan mampu menguasai apa yang telah diterimanya dalam hal ini adalah pelajaran Matematika.
3. Prestasi Belajar.
Prestasi belajar berasal dari kata “ prestasi “ dan “belajar’ prestasi berarti hasil yang telah dicapai (Depdikbud, 1995 : 787 ). Sedangkan pengertian belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau lmu (Depdikbud, 1995 : 14 ). Jadi prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukan dengan nilai atau angka yang diberikan oleh guru. Prestasi dalam penilitian yang dimaksudkan adalah nilai yang diperoleh oleh siswa pada mata pelajaran matematika dalam bentuk nilai berupa angka yang diberikan oleh guru kelasnya setelah melaksanakan tugas yang diberikan padanya
4. Teknik
Dalam umum bahasa Indonesia teknik diartikakan cara (kepandaian, dsb) membuat sesuatu atau melakukan sesuatu yang berkenaan dengan kesenian (purwadarminta,: 1035). Sedangkan teknik yang dimaksud disini adalah cara tertentu yang dilakukan oleh guru yang akan dikenakan kepada siswanya dalam rangka mendapatkan informasi atau laporan yang diinginkan.
5. Pekerjaan rumah
Pekerjaan rumah atau yang lazim disebut PR dalam bahasa Inggris “Homework “ yang artinya mengerjakan pekerjaan rumah. Dalam penilitian ini yang dimaksudkan dengan PR adalah sebuah tugas atau pekerjaan tertentu baik tertulis atau lisan yang harus dikerjakan diluar jam sekolah (terutama dirumah) berkaitan dengan pelajaran yang telah disampaikan guru untuk meningkatkan penguasaan konsep atau ketrampilan dan sekaligus memberikan pengembangan.
Gratisan Musik
WordPress